Akhirnya gerakan kami mulai makin liar dan tak terkontrol... Kadang di kamarku, kadang di kamar Tante Nita, atau sesekali kami ganti suasana dengan menyewa kamar hotel di daerah Lembang untuk kencan short-time. Dia memandangku dan tersenyum, tangannya meraih penisku yang sudah kembali membesar sempurna dan digenggamnya erat-erat. seorang wanita yang sedang dalam puncak birahi dan haus akan kenikmatan. Semenjak saat itu kami sering sekali melakukannya dalam berbagai kesempatan.

bokep meki goyang samlr crot-25bokep meki goyang samlr crot-49bokep meki goyang samlr crot-34

Tante Nita terus mengelus-elus pahaku di sepanjang perjalanan. Tapi mungkin karena ini pengalaman pertamaku aku agak kesulitan untuk memasukkan penisku. Sebagai jalan terbaik aku memutuskan untuk pindah kos sebelum keadaan menjadi buruk.

Aku tidak berani bereaksi apa-apa kecuali, takut membuat Tante Nita tersinggung atau disangka kurang ajar. " katanya mencoba membimbingku sambil kedua tangannya terus menekan kepalaku ke selangkangannya. Tetapi meskipun demikian, kami masih tetap saling bertemu paling sedikit sebulan sekali untuk melepas rindu dan nafsu.

Untuk ukuran Bandung sekalipun, daerah ini termasuk sangat dingin apalagi di waktu malam. Sekalipun sudah diatas 40 tahun vagina Tante Nita masih terasa sempit, dinding-dindingnya terasa kuat mencengkeram penisku. Samar-samar kulihat sisa-sisa lelehan sperma dengan baunya yang khas masih tampak disana, rupanya Tante Nita baru saja bertempur dengan suaminya dan Tante Nita belum merasa puas.

Kamar kosku berupa paviliun yang terpisah dari rumah utama. Aku merasakan vaginanya seperti meremas penisku dengan gerakan yang berirama. Perlahan kugerakkan pinggulku turun naik, Tante Nita juga tidak mau kalah, pinggulnya bergerak turun naik mengimbangi gerakanku. Langsung saja kubuka celanaku dan penis yang sudah mengeras langsung menyembul menantang minta dimasukkan ke dalam liang kenikmatan.

" Kata-kata Tante Nita membuatku makin bernafsu dan aku menghujamkan penisku berkali-kali dengan kuat dan cepat ke dalam vaginanya. Sementara itu Tante Nita juga hampir mencapai orgasmenya yang kedua. Kalau OK Tante Nita pasti langsung menggandeng tanganku dan mengajakku masuk ke kamar.

" aku benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan diri lagi, pantatku bergerak turun naik makin cepat dan penisku terasa membesar dan berdenyut-denyut bersiap mencapai puncak di dalam vagina Tante Nita. Kalau aku sedang "horny" dan ada kesempatan, aku mendatangi Tante Nita dan mengelus pantatnya atau mencium lehernya.

Baru tahun berikutnya mereka bisa mendapat tempat kos yang lebih sesuai selera dan kebutuhan. Saat kuraba payudaranya ternyata Tante Nita sudah tidak memakai BH, dan ketika kuangkat dasternya ternyata dia juga tidak memakai celana dalam lagi.

Setelah "hunting" yang cukup melelahkan akhirnya aku mendapatkan tempat kos yang cukup nyaman di daerah Dago Utara. " Tante Nita berbisik perlahan, dia juga merasakan kenikmatan yang sama. Bibir vaginanya tampak merah dan bulu-bulunya basah oleh lendir.

Menginjak tahun kedua kuliah, aku bermaksud pindah tempat kos yang lebih baik. Dipeluknya aku dari belakang dan tangannya langsung menggerayangi selangkanganku.

Ini biasa, mahasiswa tahun pertama pasti dapat tempat kos yang asal-asalan. Aku menyambut dengan mencumbu bibirnya dan membaringkannya di tempat tidur.

Seranganku berlanjut, kuselipkan tanganku diantara kedua pahanya dan kurasakan rambut kemaluannya yang cukup lebat. Sesekali klitorisnya kuemut dengan kedua bibirku sambil kupermainkan dengan lidah.